oleh

Salat Iduladha Di Masjid Al-Hijroh Desa Kemukus, Bupati Egi Himbau Sisa Limbah Kurban Dibersihkan Secara Higienis

 258 Orang Sudah Membaca

Wartapublik.net, Ketapang – Lantunan gema takbir yang khidmat berkumandang syahdu dari pengeras suara Masjid Al-Hijroh, Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, pada Rabu pagi (27/5/2026). Ribuan jemaah tampak menyemut, memadati area dalam hingga meluber ke halaman luar masjid.

Suasana hari raya begitu kental dan hangat, menyusul keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menunjuk desa ini sebagai pusat pelaksanaan ibadah Salat Iduladha 1447 Hijriah tingkat kabupaten.

Hadir di tengah-tengah saf jemaah, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama beserta segenap jajaran pimpinan daerah, mulai dari Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, Sekretaris DPRD, inspektur, hingga para kepala dinas dan badan. Kehadiran para pemangku kebijakan ini melebur natural tanpa sekat protokoler ketat bersama warga setempat.

Ibadah tahun ini sekaligus mengukuhkan sinergi tripartit yang solid antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat luas.

Berdasarkan laporan resmi Panitia Salat Iduladha dan Panitia Kurban Pemkab, tahun ini berhasil dihimpun sebanyak 36 ekor sapi kurban.

Hewan-hewan tersebut berasal dari kedermawanan pribadi Bupati Radityo Egi Pratama, partisipasi para pejabat Pemkab Lampung Selatan, serta kontribusi nyata pelaku usaha swasta yang bergerak di wilayah Lampung Selatan.

Untuk memastikan prinsip higienitas dan keadilan sosial, panitia membagi skema distribusi menjadi dua jalur utama. Sebanyak 11 ekor sapi diserahkan ke Masjid Agung Kalianda untuk dipotong secara higienis di Rumah Potong Hewan (RPH) Kecamatan Sidomulyo.

Sementara itu, 25 ekor sapi sisanya didistribusikan secara merata ke berbagai instansi vertikal, pondok pesantren, serta elemen masyarakat rentan di berbagai wilayah kabupaten agar manfaatnya meluas.

Di balik ritual ibadah tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama menyisipkan pesan sosial-ekologis yang kuat sebelum salat berjemaah dimulai. Ia mengingatkan bahwa esensi Iduladha tidak boleh berhenti pada seremoni penyembelihan dan pembagian daging semata, melainkan harus menyentuh tanggung jawab kebersihan lingkungan pasca-acara.

Bupati Egi secara khusus menyoroti kebiasaan lama yang kerap menjadi persoalan musiman setiap kali Iduladha tiba, yakni masalah sampah plastik pembungkus dan limbah kurban yang berserakan.

“Biasanya sampahnya berserakan setelah pemotongan. Saya berharap betul, kita sama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Bupati Radityo Egi Pratama dengan nada persuasif di hadapan ribuan jemaah.

Langkah preventif ini, lanjut Bupati, selaras dengan ruh program lingkungan hidup yang tengah digencarkan oleh Pemkab Lampung Selatan, yaitu gerakan HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman). Ia mengimbau agar sisa limbah kurban segera dibersihkan secara sigap dan higienis, sehingga nilai-nilai suci dari hari raya tidak tercederai oleh tumpukan sampah. (*)