211 Orang Sudah Membaca
Wartapublik.net, Lampung Tengah – Tewasnya Suryadi, seorang warga Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah memicu kemarahan warga sehingga melakukan pembakaran dan perusakan 4 rumah, serta sejumlah kendaraan milik Lurah,
Aksi tersebut bukan peristiwa spontanitas, tapi merupakan kemarahan warga terhadap Lurah.
Sejak lama, warga sudah mengetahui Lurah mereka menyimpangkan beras
bantuan.
Dengan bukti video penjualan puluhan karung ke Tulangbawang.
Suryadi pun mulai mengunggah beberapa video, yang meminta Kapolres, Kapolda, Bupati, Gubernur, bahkan Presiden Prabowo turun tangan.
Karena belum ada reaksi, warga Gunung
Agung juga melakukan unjuk rasa ke Kantor Bupati Lampung Tengah, yang diterima oleh Wakil Bupati.
Saat itu Wakil Bupati Komang Koheri sempat berjanji akan meneliti pengaduan dan akan menindak Lurah.
Diduga karena penanganannya lemot, pada bulan yang sama, warga Gunung Agung juga menyegel Kantor Lurah Kampung mereka.
Karena juga belum ditanggapi, Suryadi meneruskan membuat konten soal penyimpangan beras bantuan dan
mengunggahnya ke Tiktok.
Diduga karena gerah atas aksi Suryadi, salah seorang sepupu Lurah pun menemui Suryadi di Pasar Bandar Agung. Sehingga terjadi keributan, sehingga mengakibatkan Suryadi ditujah di leher dan dada hingga meninggal.
Mendengar terbunuhnya Suryadi, massa
bergerak ke ruman Lurah dan kerabatnya. Membakar dan merusak 4 rumah, meluluh lantak sejumlah kendaraan disana.
Kapolda Lampung irjen Pol Helmy Santik, usai temu pers Operasi Krakatau, mengatakan Polda akan menangani perkara penyelewengan bansos beras tersebut.
“Polres Lampung Tengah kesulitan menangani perkaranya selama ini karena barang bukti hanya berupa video dan unjuk rasa, “sebut Irien Pol Helmy.
Meskipun demikian, Kapolda Lampung memastikan akan menangani perkara tersebut hingga tuntas. (*)
