oleh

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Bupati Egi dan Warga Bersatu dalam Kebanggaan Merah Putih 

 257 Orang Sudah Membaca

Wartapublik.net, Kalianda – Sorak sorai dan tepuk tangan pecah di Pantai Sanggar, Kalianda, Senin malam (5/10/2026). Ratusan warga larut dalam euforia setelah Tim Nasional (Timnas) Indonesia memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 melalui kemenangan dramatis atas Thailand lewat adu penalti.

Kemenangan itu terasa semakin istimewa karena dirayakan bersama di tengah suasana Nonton Bareng (Nobar) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Sekretarias Daerah Kabupaten dan pejabat daerah turut bergabung dengan warga, menyaksikan perjuangan Timnas hingga pertandingan berakhir.

Sorak kemenangan semakin bergema ketika empat penendang Indonesia berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sebaliknya, Thailand hanya mampu mencetak dua gol dari empat kesempatan. Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti sekaligus mengunci gelar FIFA ASEAN Cup 2026 untuk pertama kalinya.

Pertandingan final berlangsung dramatis hingga menit-menit akhir. Indonesia lebih dahulu membuka keunggulan 1-0 pada menit ke-84, tetapi Thailand mampu merespons tiga menit berselang untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Drama berlanjut pada babak tambahan waktu. Meski bermain dengan 10 pemain, Thailand kembali unggul 2-1 pada menit ke-111. Namun, Indonesia menunjukkan mentalitas pantang menyerah dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lima menit berselang.

Skor 2-2 bertahan hingga babak tambahan waktu 2×15 menit berakhir. Tanpa gol tambahan hingga peluit panjang, penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti.

Dari titik putih itulah Indonesia memastikan sejarah. Kemenangan 4-2 atas Thailand mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang 35 tahun untuk kembali merasakan gelar juara di level senior.

Bagi warga yang memadati Pantai Sanggar, kemenangan tersebut menjadi luapan kegembiraan yang pecah dalam sorak-sorai, tepuk tangan, dan pelukan, ketika warga dari berbagai latar belakang larut dalam satu kebanggaan atas kemenangan Merah Putih.

Bupati Egi mengatakan, antusiasme masyarakat dalam mendukung Timnas menunjukkan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Di sini kita datang dari berbagai latar belakang, tetapi ketika Timnas Indonesia bermain, kita memiliki satu semangat dan satu kebanggaan yang sama, yaitu Merah Putih,” ujar Bupati Egi.

Menurutnya, perjuangan para pemain Indonesia dalam menghadapi Thailand juga memperlihatkan pentingnya mentalitas pantang menyerah. Ketika sempat tertinggal, para pemain mampu bangkit dan membawa pertandingan hingga penentuan melalui adu penalti.

Semangat pantang menyerah itu, kata Egi, penting ditularkan kepada generasi muda Lampung Selatan. Sebab, olahraga bukan sekadar soal menang dan kalah, tetapi juga tentang membentuk karakter, keberanian, disiplin, dan tekad untuk berprestasi.

“Mudah-mudahan lahir anak-anak muda yang mencintai olahraga, berani berprestasi, dan suatu saat nanti ada putra-putri terbaik daerah kita yang bisa mengenakan jersey Merah Putih,” katanya.

Malam itu, kemenangan Timnas Indonesia di Pantai Sanggar tak hanya dirayakan, tetapi juga menyalakan semangat generasi muda Lampung Selatan untuk mencintai olahraga dan berani mengejar prestasi. (*)