212 Orang Sudah Membaca
Wartapublik.net, Kalianda – Pengembangan kompetensi kepala sekolah jenjang SMP di Kabupaten Lampung Selatan dinilai perlu dievaluasi menyusul adanya dua wadah, yakni Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang selama ini menaungi kepala SMP Negeri dan Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) yang menaungi kepala SMP Swasta.
Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat sekitar 168 SMP di Lampung Selatan, terdiri dari 63 SMP Negeri dan 105 SMP Swasta yang tersebar di berbagai Kecamatan.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pemisahan wadah dalam membangun komunikasi dan kolaborasi. Sebab, tantangan kepala sekolah negeri maupun swasta pada dasarnya relatif sama, terutama dalam peningkatan kompetensi, tata kelola sekolah, mutu pembelajaran, serta pengembangan prestasi murid.
Di sejumlah daerah, kepala sekolah negeri dan swasta berhimpun dalam satu wadah MKKS. Pola tersebut dapat menjadi bahan kajian bagi Lampung Selatan untuk memperkuat kolaborasi tanpa menghilangkan karakteristik masing-masing sekolah.
Solusinya, Dinas Pendidikan bersama MKKS, FKSS dan seluruh pemangku kepentingan perlu duduk bersama untuk mengevaluasi kelembagaan dan mencari format yang paling efektif. Salah satunya melalui pembentukan forum koordinasi bersama seluruh kepala SMP Negeri dan Swasta.
Dengan demikian, MKKS dan FKSS tidak harus dipandang sebagai dua kubu, tetapi dapat menjadi bagian dari satu ekosistem pendidikan yang saling melengkapi.
Satu visi, satu tujuan: meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan mutu pendidikan Lampung Selatan, tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta.
Jamaluddin, SH., pengurus Forum Kepala Sekolah Swasta membenarkan adanya dualisme itu. Bahkan Jamal pernah membahas persoalan ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.
“Saat itu pak Kadis sudah memerintahkan Ketua MKKS , tapi sudah 7 bulan berjalan tidak ada tindakan dari Ketua MKKS, ” kata Jamal.
Jamaluddin yang juga Kepala Sekolah SMP 1 Muhammadiyah Bandung menambahkan, penggabungan itu cukup relevan, pasalnya di Kabupaten/Kota lain para Kepala Sekolah SLTP Negeri dan Swasta duduk bergandengan tangan.
“Tujuan para Kepala Sekolah itu satu untuk memajukan dunia pendidikan Lamsel, sehingga tidak terkesan ada pemisah, ” tambah Jamal. (red)












Komentar