oleh

Bupati Egi Apresiasi Inisiatif Warga Dusun Kenyayan Ubah Bekas Tempat Sampah Jadi Ruang Kebersamaan 

 206 Orang Sudah Membaca

Wartapublik.net, Bakauheni – Semangat Desa HELAU tumbuh dari sebuah perubahan sederhana di Dusun Kenyayan Bawah, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni.

Lokasi yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah kini disulap warga menjadi taman dan ruang kebersamaan. Perubahan yang lahir dari inisiatif dan gotong royong itu mendapat apresiasi langsung dari Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama saat menghadiri kegiatan Malam Kamisan, Rabu malam (2/9/2026).

Di tengah suasana kebersamaan warga, Bupati Egi melihat langsung bagaimana sebuah ruang yang sebelumnya tidak terawat dapat berubah menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul, bertukar gagasan, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan Malam Kamisan yang telah memasuki pertemuan keenam itu sekaligus menjadi gambaran bagaimana semangat Desa HELAU dapat tumbuh dari masyarakat. Bukan sekadar kegiatan rutin, pertemuan tersebut menjadi ruang interaksi warga sekaligus wadah untuk membangun rasa memiliki terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.

Bupati Egi mengaku terkesan melihat perubahan yang terjadi di lokasi tersebut. Menurutnya, transformasi itu menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Ide sederhana yang dijalankan secara konsisten dan dikerjakan bersama dapat menghasilkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

“Hari ini saya dengar ini pertemuan Malam Kamisan yang keenam. Ini transformatif sekali. Tempatnya bagus, inisiasi ide-idenya keren, gotong royong,” ujar Egi.

Ia menilai perubahan dari tempat pembuangan sampah menjadi taman merupakan contoh nyata bagaimana kepedulian warga mampu mengubah wajah lingkungan sekaligus menciptakan ruang baru untuk kebersamaan.

“Ini awalnya dari tempat sampah, kemudian diubah menjadi tempat yang seperti ini. Ini sangat luar biasa. Jadi, taman ini menjadi HELAU,” katanya.

Egi kemudian berinteraksi dengan masyarakat untuk mengetahui sejauh mana perubahan tersebut dirasakan warga. Masyarakat pun menyambut antusias dan menyampaikan bahwa kondisi lingkungan saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Jadi terasa ya sekarang, dari kita untuk kita. Hasil gotong royong ini,” ucap Egi.

Menurut Egi, ungkapan tersebut menjadi gambaran penting dari semangat pembangunan yang ingin didorong melalui Desa HELAU. Ketika perubahan lahir dari inisiatif masyarakat sendiri, rasa memiliki terhadap hasil pembangunan pun menjadi lebih kuat.

Untuk mendukung pemanfaatan taman tersebut, Bupati Egi meminta Camat Bakauheni membantu melengkapi fasilitas di lokasi, terutama penerangan.

Ia meminta koordinasi dilakukan bersama PLN agar ruang tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, termasuk pada malam hari ketika warga menggelar berbagai kegiatan.

Lebih jauh, Egi mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada perubahan lingkungan secara fisik. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, ia menilai setiap orang perlu mengenali potensi dirinya dan menemukan kelebihan yang dapat menjadi daya ungkit bagi kemajuan diri maupun lingkungannya.

“Kita harus cari tahu apa kelebihan diri kita masing-masing. Kelebihan yang bisa menjadi daya ungkit,” tuturnya.

Menurut Egi, semangat tersebut juga perlu diarahkan untuk membangun rasa bangga dan memiliki terhadap Lampung Selatan. Daerah dengan potensi alam, budaya, dan kekayaan yang besar itu, kata dia, membutuhkan masyarakat yang tidak hanya tinggal di dalamnya, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga dan mengembangkannya.

“Lampung Selatan itu diciptakan saat Tuhan tersenyum. Lampung Selatan ini indah, Lampung Selatan ini banyak kekayaan,” katanya.

Karena itu, Egi berharap semangat yang terlihat di Dusun Kenyayan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas melalui Desa HELAU.

Ia ingin masyarakat memiliki kebanggaan terhadap diri sendiri sekaligus terhadap wilayahnya, sehingga tercipta kekuatan bersama dalam membangun Lampung Selatan.

“Saya ingin masyarakat saya menjadi dirinya sendiri, bangga terhadap dirinya sendiri, bangga terhadap wilayahnya sendiri, sehingga kita akan semakin kompak, kita akan semakin solid. Maka akan tercipta gerakan bersama nanti,” kata Egi.

Apa yang terjadi di Dusun Kenyayan menjadi contoh kecil bahwa semangat membangun daerah dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana di tengah masyarakat. Dari bekas tempat sampah, warga menghadirkan taman. Dari pertemuan rutin, tumbuh ruang kebersamaan, dan dari sana, semangat Desa HELAU menemukan bentuknya di tengah warga. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed