201 Orang Sudah Membaca
Wartapublik.net, Kalianda – Menjaga Kabupaten Lampung Selatan sebagai “Beranda Sumatra” tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan.
Pemerintah daerah, kepolisian, tokoh masyarakat hingga warga perlu bergerak dalam satu langkah agar rasa aman tumbuh menjadi kekuatan bersama.
Semangat itu mengemuka dalam Ngopi Mas (Ngobrol Pagi Masalah Kamtibmas) perdana yang digagas Polres Lampung Selatan di Aula Raden Intan Mapolres Lampung Selatan, Kamis pagi (3/9/2026).
Forum tersebut mempertemukan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dengan jajaran kepolisian, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh adat 5 Marga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta elemen masyarakat lainnya.
Bupati Egi mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, Ngopi Mas menjadi ruang komunikasi yang lebih cair untuk menyatukan visi sekaligus membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Acara Ngopi Mas ini idenya lahir dari Pak Kapolres. Saya setuju, kita membahas tidak perlu dengan suasana yang serius, tetapi bisa dengan suasana yang rileks. Bukan hanya formalitas semata,” kata Egi.
Bagi Egi, keamanan juga menjadi bagian penting dari semangat HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul) yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Unsur “Aman”, kata dia, bukan semata-mata soal penindakan terhadap kejahatan, tetapi juga tentang kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan masing-masing.
Hal itu dinilai penting karena rasa aman memiliki kaitan langsung dengan pergerakan ekonomi dan pariwisata. Masyarakat akan lebih leluasa beraktivitas, sementara wisatawan juga akan merasa nyaman datang dan menikmati berbagai destinasi di Lampung Selatan.
“Kalau ingin Lampung Selatan maju, yang pertama dilakukan adalah perputaran ekonomi di sini. Unsur aman ini tahun depan akan kita tingkatkan penilaiannya. Ayo kita sama-sama, kalau cinta sama Lampung Selatan, tingkatkan rasa memiliki Lampung Selatan,” ajaknya.
Egi memastikan Pemkab Lampung Selatan membuka ruang kolaborasi dengan Polres Lampung Selatan untuk memperkuat berbagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Kami Pemkab Lampung Selatan siap berkolaborasi dan membuka diri dengan Polres Lampung Selatan. Kita ingin sama-sama sejahtera. Jalan yang paling mudah adalah lewat pariwisata, karena pariwisata adalah pintu yang paling mudah,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan membawa penguatan keamanan ke ranah yang lebih konkret. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi berupa pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis.
Deddy mengatakan, Polres Lampung Selatan telah bersurat kepada Pemkab Lampung Selatan untuk meminta dukungan pemasangan CCTV di jalur pintu masuk dan keluar daerah, termasuk sejumlah wilayah yang dinilai rawan kriminalitas di Kecamatan Kalianda dan kecamatan lainnya.
Menurutnya, CCTV tidak hanya berfungsi untuk memantau situasi secara langsung. Rekaman kamera pengawas juga dapat menjadi sumber data yang membantu kepolisian melakukan analisis serta mengidentifikasi pelaku apabila terjadi tindak kejahatan.
“Rekaman CCTV nantinya akan dijadikan data dan merupakan daya preventif untuk mencegah kejahatan serta mengidentifikasi pelaku kejahatan,” ujar Deddy.
Penguatan sistem pengawasan tersebut dinilai semakin penting karena posisi Lampung Selatan yang menjadi jalur utama keluar-masuk Pulau Sumatra.
Karena itu, kepolisian memberi perhatian khusus terhadap potensi peredaran narkoba yang dapat mengancam generasi muda.
“Lampung Selatan ini berandanya Sumatra, pintu masuknya di sini. Kalau di sini jebol, bahaya juga. Makanya konsen saya di sini, terutama narkoba. Jangan sampai kita kebobolan karena narkoba ini bisa merusak generasi penerus,” tegasnya.
Selain narkoba, persoalan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) juga menjadi perhatian kepolisian. Deddy menilai penanganan persoalan ini membutuhkan keterlibatan masyarakat, sebab keamanan tidak akan efektif jika hanya dibebankan kepada aparat.
“Masalah keamanan ini bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Pertemuan perdana Ngopi Mas pun tidak berhenti pada pembahasan keamanan sebagai persoalan kepolisian. Forum tersebut memperlihatkan bahwa keamanan merupakan kepentingan bersama sekaligus modal penting bagi Kabupaten Lampung Selatan untuk mengembangkan ekonomi dan pariwisata. (*)












Komentar