205 Orang Sudah Membaca
Wartapublik.net, Kalianda – Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat sebagai benteng utama pencegahan.
Egi meminta langkah antisipasi tidak hanya berfokus pada kesiapsiagaan aparat, tetapi juga diperkuat melalui edukasi masyarakat, pemetaan wilayah rawan atau hotspot, patroli bersama, serta sistem peringatan dini.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Arahan tersebut disampaikan Egi saat menerima audiensi Tim Penyuluh dan Edukator Pencegahan serta Penanganan Karhutla dari Mabes TNI di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (27/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Egi memimpin langsung koordinasi lintas sektoral untuk memastikan upaya pencegahan karhutla berjalan secara terpadu dan Tim Penyuluh Karhutla tidak bekerja sendirian di lapangan.
“Saya minta segera dibentuk tim koordinasi terpadu tentang penanganan karhutla, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan, sekaligus dibuatkan posko bersama,” tegas Egi.
Menurut Egi, meskipun karhutla belum terjadi di Kabupaten Lampung Selatan dalam fenomena kebakaran yang belakangan muncul di sejumlah wilayah, pemerintah daerah perlu bergerak lebih awal. Kesiapsiagaan dinilai penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Ia menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat kewilayahan hingga masyarakat.
Karena itu, perangkat daerah terkait diminta mematangkan strategi pencegahan dan penanganan, sementara para camat diarahkan mendukung penyuluhan dengan menggerakkan masyarakat untuk mengikuti edukasi dan sosialisasi.
Selain edukasi, pemetaan lokasi yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran juga menjadi perhatian. Titik-titik rawan harus dipantau secara berkala dan dikoordinasikan antarinstansi, termasuk melalui patroli bersama serta penerapan sistem peringatan dini.
“Saya minta dukungan penuh terhadap mobilitas dan keamanan tim sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Egi.
Bupati menilai langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menyelaraskan upaya daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Kami terus bersiap diri untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin tidak kita inginkan. Harapannya, kehadiran tim ini menjadi sebuah sinergi yang positif dan konstruktif. Saya selaku Bupati Lampung Selatan membuka ruang koordinasi dan masukan,” katanya.
Sementara itu, Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Brigjen Bangkit Rahmat Tri Widodo, mengatakan pencegahan karhutla merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan perlu berjalan seimbang dengan upaya menjaga hubungan antara manusia dan lingkungan.
“Manusia dan lingkungan ini berkelanjutan. Karena itu, kita berusaha membuat masyarakat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Bangkit.
Ia menjelaskan, kehadiran Tim Penyuluh dan Edukator Pencegahan serta Penanganan Karhutla di Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya untuk memberikan penyuluhan, tetapi juga mempelajari kearifan lokal yang dapat menjadi pendekatan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan pola edukasi dan pencegahan yang lebih efektif, sesuai dengan karakter masyarakat dan kondisi wilayah setempat.
“Kami datang ke sini sebenarnya untuk belajar, apakah ada kearifan lokal yang lebih tepat untuk berkomunikasi dengan masyarakat sehingga hasilnya positif untuk tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Bangkit menambahkan, tim akan berada di Kabupaten Lampung Selatan selama satu bulan dan bersiaga di sekitar Stadion Jati Kalianda. Selama bertugas, tim akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat, sekolah, serta perangkat daerah yang memiliki personel dan kemampuan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Dengan pola pencegahan yang menggabungkan edukasi, pemetaan wilayah rawan, patroli, kesiapsiagaan lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Pemkab Lampung Selatan berharap potensi karhutla dapat ditekan sejak dini.
Kesadaran warga, terutama untuk tidak menggunakan api dalam membuka lahan, menjadi bagian penting dari upaya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran meluas. (*)












Komentar