oleh

Kesiapsiagaan Bencana Di Kecamatan Rajabasa, Bupati Egi Pastikan Warga Tahu Jalur Evakuasi Hingga Titik Kumpul

 210 Orang Sudah Membaca

Wartapublik.net, Rajabasa – Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tidak cukup hanya dengan memastikan peralatan tersedia. Masyarakat juga harus mengetahui ke mana harus bergerak dan tempat mana yang menjadi tujuan ketika situasi darurat terjadi.

Hal itu menjadi perhatian Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama saat turun langsung meninjau kesiapsiagaan bencana di Kecamatan Rajabasa, Selasa (8/9/2026).

Bupati Egi mengecek jalur evakuasi dan titik kumpul yang berada di Kantor Kecamatan Rajabasa untuk memastikan sarana tersebut mudah digunakan dan dapat menjadi bagian dari respons cepat apabila masyarakat membutuhkan evakuasi.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Egi didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan Maturidi, Camat Rajabasa, serta perangkat daerah terkait.

Tidak hanya jalur evakuasi dan titik kumpul, pengecekan juga mencakup sejumlah perangkat pendeteksi potensi tsunami yang berada di wilayah tersebut.

“Jadi kita lanjut mengecek jalur evakuasi dan titik kumpul kalau terjadi hal-hal buruk. Di Kecamatan Rajabasa, di Kantor Kecamatan ini sudah ada titik kumpul dan tadi jalur evakuasinya juga kita cek,” ujar Bupati Egi, disela peninjauan.

Dari hasil pemeriksaan, Egi menyebut perangkat pendeteksi tsunami secara umum berfungsi dengan baik. Namun, terdapat satu perangkat yang masih dalam tahap perbaikan dan telah dilaporkan kepada pemerintah pusat.

Temuan tersebut, kata Egi, menjadi bagian penting dari pengecekan langsung di lapangan. Setiap kebutuhan perbaikan maupun kekurangan sarana kesiapsiagaan harus dicatat secara rinci agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau memang membutuhkan anggaran, kita masukkan di anggaran. Jadi kita lakukan simulasi, supaya masyarakat benar-benar sudah terlatih,” kata Egi.

Menurutnya, simulasi evakuasi perlu dilakukan secara berkala agar masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan jalur evakuasi dan titik kumpul, tetapi juga memahami tindakan yang harus dilakukan ketika sistem peringatan dini berbunyi.

Dengan latihan yang rutin, masyarakat diharapkan dapat bergerak secara lebih terarah dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat.

Egi juga meminta pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul dilakukan secara lebih detail, termasuk memperhitungkan lebar jalur, kapasitas serta daya tampung masing-masing titik kumpul.

“Jadi, kita benar-benar punya gambaran berapa daya tampung setiap titik kumpul. Jika terjadi kondisi darurat, kita tahu titik tersebut mampu menampung berapa orang dan berapa kekurangannya. Kalau masih kurang, dari sekarang kita siapkan untuk mengantisipasi kebutuhan ke depan,” jelasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Lampung Selatan membangun kesiapsiagaan yang tidak hanya bertumpu pada perangkat peringatan dini, tetapi juga pada kesiapan sarana evakuasi dan kemampuan masyarakat dalam merespons situasi darurat.

Bupati Egi berharap penguatan kesiapsiagaan tersebut dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana.

“Alhamdulillah sudah ada titik kumpul yang saya cek hari ini. Kita tetap berdoa sama-sama semoga Kabupaten Lampung Selatan diberikan keselamatan, kedamaian dan kesehatan,” kata Egi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed