oleh

Indonesia Menuju Swasembada Energi, Lampung Selatan Siapkan 13.000 Hektare untuk Bioethanol

 218 Orang Sudah Membaca

Wartapublik.net, Jakarta – Pemerintah terus memperluas langkah menuju swasembada energi setelah Indonesia mencapai swasembada pangan.

Salah satu agenda yang kini didorong adalah pengembangan bioethanol berbasis komoditas pertanian, dengan Kabupaten Lampung Selatan menyiapkan potensi lahan hingga 13.000 hektare untuk mendukung program nasional tersebut.

Komitmen itu disampaikan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam pembahasan Program Khusus Pemerintah untuk Bioethanol bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan menjadi pijakan bagi pemerintah untuk melanjutkan agenda berikutnya, yakni memperkuat kemandirian energi nasional. Peningkatan produksi bioethanol menjadi salah satu langkah yang didorong untuk mencapai sasaran tersebut.

Lampung Selatan memiliki potensi komoditas pertanian yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku bioethanol, terutama jagung dan ubi kayu. Potensi tersebut menjadi modal daerah untuk mengambil bagian dalam penguatan rantai pasok energi berbasis pertanian.

Sebagai bagian dari rencana pengembangan, Lampung Selatan didorong menyiapkan lahan baru seluas 13.000 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 10.000 hektare diarahkan untuk pengembangan jagung, sedangkan 3.000 hektare lainnya untuk ubi kayu.

Pengembangan jagung direncanakan tersebar di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Sementara itu, pengembangan ubi kayu diarahkan pada empat kecamatan, yakni Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang, dan Tanjung Sari.

Bagi Lampung Selatan, pengembangan komoditas tersebut tidak semata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bioethanol.

Program ini juga diharapkan membuka ruang peningkatan nilai ekonomi pertanian sekaligus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama petani.

“Kami mendorong agar potensi ini meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional,” ujar Bupati Egi.

Dengan potensi lahan dan komoditas yang dimiliki, Kabupaten Lampung Selatan menempatkan pengembangan bioethanol sebagai salah satu bagian dari kontribusi daerah terhadap agenda swasembada energi nasional.

Di sisi lain, program tersebut membuka peluang agar sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penyedia pangan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai energi nasional. Bagi petani, pengembangan komoditas untuk bahan baku bioethanol berpotensi memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed