oleh

Cegah dan Percepat Penurunan Stunting, Kinerja Pemkab Lampung Selatan Raih Apresiasi Pemprov Lampung

 210 Orang Sudah Membaca

Wartapublik.net, Bandar Lampung – Upaya Kabupaten Lampung Selatan dalam mencegah dan mempercepat penurunan stunting mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Lampung Selatan meraih penghargaan sebagai kabupaten/kota yang berkinerja baik dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Lampung Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Lampung dan diterima oleh Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar.

Penyerahan piagam penghargaan berlangsung dalam rangkaian Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (30/9/2026).

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kinerja pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui konvergensi program lintas sektor, mulai dari intervensi kesehatan hingga pendampingan keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Devi Arminanto mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan perkembangan indikator stunting di daerah.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Lampung Selatan tercatat sebesar 10,4 persen, lebih rendah dibandingkan prevalensi Provinsi Lampung yang berada pada angka 15,9 persen.

Sementara berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Lampung Selatan juga menunjukkan tren penurunan, dari 2 persen pada 2022 menjadi 1,2 persen pada 2026.

Menurut Devi, konvergensi program menjadi bagian penting untuk memastikan intervensi penanganan stunting berjalan secara terintegrasi, berbasis data dan tepat sasaran.

Pendekatan tersebut tidak hanya menyasar balita yang mengalami stunting, tetapi dilakukan sejak masa kehamilan hingga periode 8.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga pencegahan dapat dilakukan sejak awal dan pendampingan keluarga terus berlanjut pada setiap tahapan tumbuh kembang anak.

Dari sisi pelaksanaan program, sejumlah indikator pelayanan pada Semester I 2026 juga menunjukkan capaian yang baik.

Pemberian ASI eksklusif mencapai 97,35 persen, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) 99,23 persen, pemantauan pertumbuhan anak bawah dua tahun 100 persen, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri 98,65 persen, serta pendampingan keluarga oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebesar 96,6 persen.

Meski demikian, Devi menyebut masih terdapat sejumlah indikator yang perlu terus diperkuat. Penguatan dilakukan hingga tingkat keluarga dengan dukungan 1.067 posyandu dan 6.017 kader kesehatan.

Kolaborasi juga melibatkan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS), perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, TPK, TP PKK, serta berbagai unsur masyarakat.

“Pemkab Lampung Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis data,” ujar Devi.

Ke depan, Pemkab Lampung Selatan akan memperkuat pemutakhiran data keluarga berisiko stunting dan sasaran 8.000 HPK, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, memperkuat pendampingan keluarga dan edukasi pemenuhan gizi, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga tren penurunan stunting sekaligus mendukung pencapaian target prevalensi stunting Lampung Selatan sebesar 9 persen pada 2029.

Dalam rapat koordinasi tersebut, para wakil kepala daerah se-Provinsi Lampung juga membahas evaluasi pelaksanaan program, capaian indikator intervensi gizi spesifik dan sensitif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta langkah strategis untuk mencapai target penurunan stunting di masing-masing daerah. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed