oleh

Nilai Karang Pucung Miliki Sejumlah Praktik Baik, Bupati Egi Harap Dapat Ditularkan ke Desa-desa Lain di Kabupaten Lampung Selatan

 210 Orang Sudah Membaca

Wartapublik.net, Way Sulan – Keberhasilan Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, dalam mengembangkan berbagai inovasi dinilai tidak semestinya berhenti sebagai capaian dalam penilaian desa tingkat nasional.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama justru mendorong praktik baik tersebut dipelajari dan dikembangkan menjadi model pembangunan yang dapat diterapkan di wilayah lain.

Pesan itu disampaikan Bupati Egi usai mengikuti penilaian Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 di Aula Kantor Desa Karang Pucung, Senin (5/10/2026).

Menurut Bupati Egi, pembangunan tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah kabupaten. Berbagai inovasi yang tumbuh dari desa juga menjadi sumber pembelajaran penting karena lahir dari kebutuhan, potensi, dan kreativitas masyarakat setempat.

“Saya sebagai bupati pun juga belajar dari kepala desa,” ujar Bupati Egi.

Ia menilai Karang Pucung memiliki sejumlah praktik baik yang layak dipelajari, mulai dari pengelolaan lingkungan dan sampah, pengelolaan keuangan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan potensi ekonomi desa.

Karena itu, Bupati Egi meminta perangkat daerah tidak memandang keberhasilan Karang Pucung sebatas capaian dalam sebuah perlombaan.

Berbagai hal yang telah dilakukan perlu dipetakan untuk melihat praktik mana yang dapat diterapkan, disesuaikan, dan dikembangkan di desa atau wilayah lainnya.

“Yang kita harapkan bukan hanya lombanya, tetapi bagaimana ini menjadi stimulus agar produktivitas dan kreativitas masyarakat terus tumbuh,” katanya.

Bupati Egi mengatakan, setiap desa memiliki potensi dan kekuatan yang berbeda. Tantangannya adalah bagaimana pemerintah mampu mengenali potensi tersebut, menentukan faktor yang dapat menjadi pengungkit, dan membangun kolaborasi untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Pendekatan itu, menurutnya, penting untuk membangun pembangunan yang berbasis pada kinerja dan potensi desa. Desa yang mampu menunjukkan prestasi sekaligus mengembangkan potensi masyarakat perlu diberi ruang untuk terus tumbuh dan menjadi sumber pembelajaran bagi wilayah lainnya.

Bagi Bupati Egi, penilaian atau Lomba Desa tidak semata-mata tentang menentukan siapa yang terbaik. Lebih dari itu, proses tersebut dapat menjadi ruang untuk menemukan berbagai inovasi yang telah berjalan di tengah masyarakat, sekaligus memacu desa untuk terus meningkatkan kreativitas dan produktivitas.

Ia berharap praktik baik yang berkembang di Karang Pucung dapat ditularkan kepada desa-desa lain di Kabupaten Lampung Selatan. Dengan cara itu, pembangunan antardesa tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling belajar, mengadaptasi keberhasilan, dan memperkuat potensi masing-masing.

“Yang kita butuhkan adalah tangan bersama,” ujar Bupati Egi.

Melalui pola pembangunan yang saling belajar dan berkolaborasi tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap potensi desa semakin berkembang, produktivitas masyarakat meningkat, serta aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak. Karang Pucung pun diharapkan tidak hanya menjadi peserta dalam penilaian tingkat nasional, tetapi juga menjadi salah satu contoh praktik pembangunan yang dapat menginspirasi desa-desa lainnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed