218 Orang Sudah Membaca
Wartapublik.net, Jakarta – Produk kerajinan unggulan Kabupaten Lampung Selatan memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas melalui ajang pameran nasional dan internasional.
Keikutsertaan dalam The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 menjadi kesempatan bagi para perajin dan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memperkenalkan karya sekaligus menjajaki kemitraan pemasaran.
Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Selatan, Rheny Apriyani Anwar, yang hadir mewakili Ketua Dekranasda Lampung Selatan, Zita Anjani, menilai Inacraft menjadi ruang strategis untuk memperluas pengenalan produk kerajinan daerah sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih besar.
“Menurut saya, Inacraft merupakan kesempatan yang baik untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk kerajinan unggulan daerah, khususnya karya para perajin dan pelaku IKM Lampung Selatan,” ujar Rheny, Jumat (9/10/2026).
Peluang tersebut dimanfaatkan Dekranasda Kabupaten Lampung Selatan bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian melalui keikutsertaan dalam Inacraft 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 7-11 Oktober 2026.
Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari kain Tapis, kain Inuh khas Pesisir Kalianda dan Rajabasa, hingga batik bermotif khas Lampung Selatan. Produk turunan wastra juga menjadi bagian dari pameran, di antaranya tas, clutch, selendang, dan busana siap pakai.
Selain produk berbasis kain, perajin Lampung Selatan turut menghadirkan kerajinan anyaman pelepah pisang dan bambu, ukiran kayu, serta aksesori etnik.
Ragam produk tersebut menunjukkan bagaimana kekayaan budaya dan potensi bahan lokal dapat dikembangkan menjadi karya bernilai tambah yang memiliki peluang menjangkau konsumen lebih luas.
Respons pengunjung selama pameran turut membuka peluang pemasaran bagi produk IKM Lampung Selatan. Selain transaksi ritel di stan, terdapat pemesanan khusus serta penjajakan kemitraan dengan sejumlah galeri dan toko kriya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Penjajakan tersebut mencakup peluang pemasaran melalui sistem titip jual dan reseller. Kontak calon pembeli dari luar daerah juga dihimpun untuk menjajaki pengadaan cendera mata dalam jumlah lebih besar. Sementara itu, rekapitulasi nilai transaksi dan potensi pesanan masih menunggu pendataan akhir kegiatan.
Rheny berharap keikutsertaan Kabupaten Lampung Selatan dalam Inacraft dapat memperluas pengenalan produk lokal, meningkatkan daya saing, serta membuka akses pemasaran yang berkelanjutan bagi para perajin.
“Kami juga ingin terus mendorong para perajin agar semakin kreatif dan inovatif, tanpa meninggalkan ciri khas dan kearifan lokal Lampung Selatan,” katanya.
Melalui promosi dan penjajakan kemitraan tersebut, Dekranasda bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap produk IKM tidak hanya dikenal melalui pameran, tetapi juga memiliki peluang pemasaran lanjutan.
Dengan demikian, potensi kerajinan daerah dapat berkembang menjadi sumber nilai ekonomi yang semakin besar bagi para perajin dan pelaku usaha lokal. (*)












Komentar