oleh

Ketua DPC PWRI Lampung Barat Kecam Oknum Wartawan Yang Bertindak Memalukan Insan Pers

 366 Orang Sudah Membaca

Lampung Barat, Wartapublik.net- Menyikapi pemberitaan yang ada pada salah satu Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Lampung Barat tentang adanya yg sikap arogansi pengurus keamanan Pondok Pesantren kemudian di susul oleh pernyataan maaf oleh oknum wartawan tersebut.

Hal ini mendapat pehatian serius dari sesama jurnalis di kabupaten Lampung Barat, salah satu nya Yudi Hutriwinata selaku ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Lampung Barat yang juga merupakan Pimpinan Redaksi Media Publik Nusantara, yg ditemui di kantornya, Minggu (26/02/23)

Dalam penyampaian nya Yudi mengatakan bahwa kejadian tersebut sangat memalukan insan pers.

“Bagi saya kejadian tersebut sungguh memalukan dan patut untuk di berikan rating buruk, hal ini di karenakan adanya proses yang menunjukan ketidak pahaman rekan jurnalis tersebut terhadap UU 40 Tahun 1999 dan kode etik jurnalistik yang mana mengatur tentang apa yang menjadi landasan seorang jurnalis dalam membuat sebuah berita”, papar Yudi.

“Harus nya tidak perlu sampai meminta maaf seperti yang terjadi tersebut jika memang di lengkapi dengan data dan fakta yang ada yakni ada narasumber, ada rekaman kejadian baik audio maupun video, saat kejadian tersebut berlangsung dan berita yang di tulis sesuai dengan apa yang ada dalam rekaman tersebut maka jika ada pihak yang tidak terima harus nya cukup di naikan berita sanggah/klarifikasi atau hak jawab nya saja atau jika memang tidak terima cukup laporkan saja pada dewan pers karena itu mekanisme dan aturan nya,”sambungnya.

“Dengan adanya sikap permohonan maaf tersebut maka sangat patut di duga bahwa rekan jurnalis tersebut telah memuat berita bohong/hoax yang tidak benar adanya sehingga patut di lakukan pelaporan kepada dewan pers dan pihak kepolisian,”tegasnya.

“Dengan adanya kejadian ini saya menghimbau kepada seluruh sahabat sesama jurnalis untuk menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan terus mengupdate pemahaman tentang jurnalis agar tidak menabrak aturan tentang pers itu sendiri, mari kita jaga Profesi kita ini agar tidak di pandang oleh orang sebelah mata dengan menyajikan berita yang dapat kita pertanggung jawabkan,”tutup Yudi. (Rangga)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed